Perpendek Usia Tanam, Batan Rekayasa Genetik Padi Beras Merah Munduk

Perpendek Usia Tanam, Batan Rekayasa Genetik Padi Beras Merah Munduk

  • Posted by: admin

This is custom heading element

SINGARAJA, BALI EXPRESS – Komoditas padi lokal beras merah Desa Munduk mulai direkayasa genetika oleh Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng bekerja sama dengan Badan Tenaga Atom Nasional (Batan). Rekayasa genetika ini mulai diujicobakan di lahan seluas 30 are. Tujuannya, untuk melestarikan plasma nutfah selaku substansi pembawa sifat keturunan yang kian terancam punah.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Buleleng, I Made Sumiarsa menjelaskan, rekayasa genetic dilakukan agar varietas padi beras merah ini bisa berproduksi maksimal. Misalnya, dari sebelumnya hanya menghasilkan 4 ton per hektar meningkat menjadi 6-7 ton per hektranya. Selain dari sisi peningkatan kuantitas produksi, durasi panennya pun dipersingkat, yang dulunya butuh waktu 6 bulan kini bisa panen 3-4 bulan saja.

Namun pihaknya tak menampik bahwa proses rekayasa genetik butuh waktu yang panjang. Kini Dinas Pertanian bersama Batan, sebutnya, baru menyiapkan demplot benih yang sudah disinar gama di Balai Benih Tangguwisia, Kecamatan Seririt.

Nantinya, benih padi lokal beras merah Munduk yang sudah mendapatkan perlakuan khusus akan diuji coba dan diteliti kembali untuk mendapatkan benih yang benar-benar unggul. “Dan ini tidak sebentar, paling tidak perlu waktu lima tahun untuk mendapatkan benih varietas unggul yang sudah direkayasa genetik,” imbuh dia.

Dikatakan Sumiarta, varietas padi lokal beras merah Munduk saat ini masih bertahan di lahan seluas 60 hektar petani Munduk. Masalahnya, jumlah lahanya masih stagnan. Hal itu disebabkan karena beras merah wajib ada untuk kebutuhan upacara adat. Meski demikian, beras merah Munduk juga dipasarkan. Hanya saja belum dapat memenuhi permintaan pasar yang sangat tinggi.

Ia menyebut, varietas padi lokal beras merah Munduk memiliki keunggulan cita rasa yang lebih harum saat dimasak. Selain cita rasa, peluang pasarnya pun lebih lebar, terlebih permintaan akan beras merah kian tinggi, seiring manfaatnya yang bagus untuk kesehatan.

“Pangsa pasarnya semakin bagus, apalagi kesadaran masyarakat semakin tinggi akan beras organic yang jauh lebih sehat,” tutupnya.

Sumber : https://baliexpress.jawapos.com/read/2019/10/17/161376/perpendek-usia-tanam-batan-rekayasa-genetik-padi-beras-merah-munduk

Author: admin

Leave a Reply