Mentan: Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan Ke Depan

Mentan: Stok Beras Cukup untuk Delapan Bulan Ke Depan

  • Posted by: admin

Menteri Pertanian Amran Sulaiman ketika melakukan sidak ke Pasar Cipinang, Jakarta, beberapa waktu lalu. Amran memastikan jika stok beras untuk 8 bulan ke depan aman. (Dok.JawaPos.com)

JawaPos.com – Harga beras di Indonesia rupanya masuk kategori murah jika dibanding negara-negara lain. Berdasar hasil survei Numbeo, sebuah lembaga sigi internasional, Indonesia menempati urutan ke-81.

Harga beras di Indonesia hanya Rp 12.374 kilogram. Sementara urutan teratas ditempati Jepang dengan harga Rp 57.678 per kilogram.

“Jadi urutan pertama beras eceran termahal dunia Jepang. Sementara harga beras termurah di Sri Lanka sebesar Rp 7.618 per kg,” ujar Menteri Pertanian Amran Sulaiman pada acara panen jagung di Desa Randu Merak, Kecamatan Paiton, Kabupaten Probolinggo, Jawa Timur (Jatim), Rabu (16/1). Hadir Bupati Probolinggo, Puput Tantriana Sari, Kepala Dinas Pertanian Provinsi Jatim, Hadi Sulistyo dan para petani jagung.

Amran meminta agar informasi tidak benar terkait harga beras eceran Indonesia termahal di dunia jangan terus dijadikan polemik.

Seharusnya, semua pihak patut bangga bahwa berdasarkan data FAO (organisasi pangan dunia), tahun 2017 Indonesia menempati nomor urut ketiga negara penghasil beras terbesar di dunia. “Catat ya, ini data FAO,” sebutnya.

Cadangan Beras

Dalam kesempatan itu, Amran juga memaparkan bahwa selama empat tahun terakhir, Indonesia berhasil mewujudkan swasembada beras. Hal ini mengacu pada definisi yang ditetapkan FAO, bahwa suatu negara dikatakan swasembada jika produksinya minimal mencapai 90% dari kebutuhan nasionalnya.

“Faktanya, pada tahun 1984 Indonesia pernah mencapai swasembada beras. Padahal saat itu Indonesia masih mengimpor beras 414 ribu ton,” katanya.

Lalu bagaimana keberhasilan swasembada beras di pemerintahan Jokowi-JK? Menteri Amran menegaskan sejak tahun 2016 sampai 2018 pun produksi beras surplus. Faktanya, pada tahun 2016 dan 2017 tidak ada impor, adapun beras yang masuk pada tahun 2016 itu merupakan luncuran impor 2015.

Kemudian di tahun 2018, sambung Menteri Amran, Indonesia pun berhasil meraih surplus beras. Berdasarkan data BPS, surplus beras 2018 sebesar 2,85 juta ton.

“Sementara impor 2018 merupakan sebagai cadangan nasional, tidak sebagai stok utama,” kata dia.

Lebih lanjut Menteri Amran menyebutkan keberhasilan kebijakan pangan saat ini dibuktikan juga dengan kondisi stok beras di Bulog yang mencapai 2,2 juta ton. “Standar cadangan beras nasional yakni 1 juta ton, artinya cadangan beras sekarang lebih dari dua kali lipat,” ungkapnya.

Kemudian, lanjut Menteri Amran, berdasarkan data survei BPS, stok beras yang berada di rumah tangga, pedagang, penggilingan, horeka dan Bulog mencapai 8 sampai 9 juta ton. Pada saat itu stok beras di Bulog antara 900 ribu sampai 1,5 juta ton.

“Jika dianggap data yang lain tetap ditambah stok beras di Bulog 2,2 juta ton, maka stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 10 juta ton,” kata dia.

“Kemudian bila konsumsi beras nasional 2,5 juta ton per bulan, stok beras yang kita punya bisa mencukupi kebutuhan selama 4 bulan,” jelas Menteri Amran.

Selain stok beras ini, kata Menteri Amran, Indonesia pun masih memiliki produksi padi dari standing crop atau tanaman padi yang tertanam hari ini di lahan seluas 3,88 juta ha.

Jika produktivitas 5,29 ton per ha, maka menghasilkan sekitar 20 juta ton gabah kering giling, atau menghasilkan beras sekitar 10 juta ton. Total beras yang dihasilkan mampu mencukupi kebutuhan selama 4 bulan.

“Dengan demikian, stok beras saat ini bisa mencukupi kebutuhan hingga 8 bulan ke depan,” pungkas Amran.

Sumber: https://www.jawapos.com/humaniora/16/01/2019/mentan-stok-beras-cukup-untuk-delapan-bulan-ke-depan

Author: admin

Leave a Reply