Laporan Tahunan 2021 - Dari Stok ke Rantai Pasok

Laporan Tahunan 2021 – Dari Stok ke Rantai Pasok

  • Posted by: admin

Foto: Humas Perum Bulog

Jakarta, InfoPublik – Di tengah situasi sulit akibat pandemi COVID-19, negara menjamin rakyat mampu mendapatkan pangan serta kebutuhan pokok dengan harga wajar.

Strateginya dengan menjaga kecukupan stok dan mengamankan rantai pasok. Kebijakan impor dilakukan jika amat terpaksa.

Hal tersebut tertuang dalam laporan “Capaian Kinerja 2021, Indonesia Tangguh-Indonesia Tumbuh” yang diluncurkan tepat pada dua tahun pemerintahan Presiden Joko Widodo – Wakil Presiden (Wapres) Ma’ruf Amin, Rabu (20/10/2021)

Produktivitas pangan dalam negeri terus ditingkatkan. Mulai dari menyiapkan infrastruktur, subsidi sarana produksi pertanian, subsidi pangan bagi para terdampak pandemi, serta bantuan alat dan mesin pertanian.

Sementara menurut data Persediaan Komoditi Perum Bulog per 7 Oktober 2021 menyatakan, Beras (Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebanyak 1.218.353 Ton, Beras Komersial 12.964 Ton, Tepung 126 Ton, Daging kerbau 982 Ton, Gula 6.652 Ton, Minyak Goreng 533 Kilo Liter, Daging Sapi 0,51 Ton.

Bulog Serap Beras Petani

Perum BULOG tetap konsisten melaksanakan salah satu tugasnya sesuai Instruksi Presiden Nomor 5 tahun 2015 mengamankan harga gabah beras di tingkat petani dengan menyerap beras petani dalam negeri selama masa pandemi COVID-19.

Per 22 September 2021 BULOG telah melakukan pembelian beras mencapai 1 juta ton dengan melibatkan kelompok tani/gapoktan, penggilingan dan berbagai stakeholder lainnya.

Sekretaris Perusahaan Perum BULOG, Awaludin Iqbal, mengatakan realisasi pengadaan beras dalam negeri per hari ini mencapai 1.003.088 ton yang tersebar di semua wilayah kerja Perum BULOG seluruh Indonesia.

“Ini merupakan hasil kerja keras seluruh jaringan BULOG di seluruh Indonesia di tengah pandemi COVID-19,” katanya beberapa waktu lalu.

Menurutnya keberhasilan dalam melakukan penyerapan beras dalam negeri ini merupakan kerja keras Satuan Kerja Pengadaan (Satker ADA) Perum BULOG dan komitmen Mitra Kerja yang tidak henti-hentinya menyerap beras di tingkat petani.

“Tercatat dari awal 2021 hingga per hari ini beras dalam negeri sudah terserap sebanyak 177 ribu ton setara beras oleh Satker ADA dan penyerapan yang dilakukan oleh Mitra Kerja Binaan (Koperasi dan Non Koperasi) sebanyak 826 ribu ton,” ujar Awaludin Iqbal.

Penyerapan beras dalam negeri ini sangat membantu petani Indonesia yang kesulitan menjual beras mereka selama pandemi COVID-19 dan penyerapan ini juga berdampak pada stabilisasi harga di tingkat petani.

“Selain untuk memupuk stok sebagai cadangan beras pemerintah, kegiatan penyerapan gabah/beras petani dalam negeri ini juga menggerakkan perekonomian di tingkat petani sehingga dapat memulihkan roda perekonomian sesuai dengan arahan Bapak Presiden Jokowi selama pandemi COVID-19 ini,” kata Awaludin Iqbal.

Awaludin Iqbal juga menegaskan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras karyawan BULOG yang bekerja siang dan malam dengan pola “shifting” atau piket yang terkelola dengan baik di tengah situasi pandemi COVID-19 sehingga kegiatan operasional di Perum BULOG termasuk kegiatan penyerapan gabah/beras dalam negeri tetap terlaksana dengan baik.

Sumber : https://infopublik.id/kategori/nasional-ekonomi-bisnis/574343/laporan-tahunan-2021-dari-stok-ke-rantai-pasok

Author: admin

Leave a Reply