Kementan Sebut Indonesia Potensi Surplus Beras pada Akhir Tahun

Kementan Sebut Indonesia Potensi Surplus Beras pada Akhir Tahun

  • Posted by: admin

Stok beras di gudang Bulog Lampung./Antara - Ruth Intan Sozometa Kanafi

Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Pertanian memastikan stok beras dalam posisi aman. Indonesia berpeluang menikmati surplus sepanjang tahun seiring berlanjutnya panen raya di sejumlah daerah dan stok di Perum Bulog yang terjaga.

Merujuk data Badan Pusat Statistik yang diolah Kementerian Pertanian, produksi beras pada Juni 2021 mencapai 2,59 juta ton, dengan tambahan stok total, ketersediaan beras mencapai 10,6 juta ton pada akhir Juni 2021.

Di samping itu, kondisi stok pada akhir 2020 mencapai 7,3 juta ton. Produksi dalam negeri diperkirakan mencapai 30,8 juta ton, serta perkiraan kebutuhan mencapai 29,6 juta ton. Dengan demikian ada potensi surplus 8,5 juta ton.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo memastikan tidak terjadi kelangkaan dan kekurangan beras di lapangan. Hal itu utamanya di wilayah Jawa dan Bali dengan beberapa daerahnya yang masih melakukan panen raya dan produksi.

“Sepanjang data yang kita miliki serta dari hasil aktualisasi di lapangan, Insyaallah semua dalam kendali dan cukup aman. Apalagi untuk Jawa Bali, stok beras dan komoditas pangan lain sangat terkendali,” katanya dikutip dari siaran pers Kamis (22/7/2021).

Syahrul menambahkan bahwa dari hasil pemantauannya sejauh ini, keterisian gudang-gudang Bulog di seluruh Indonesia sudah mencapai 98 persen. Jumlah tersebut bahkan bisa meningkat seiring dengan masa panen raya di sejumlah daerah yang masih berlangsung.

“Kita siap melakukan intervensi sesuai kebutuhan dan jika memang dibutuhkan,” katanya.

Laporan ketersediaan beras disampaikan Syahrul menyusul pengecekan yang dilakukan Presiden Joko Widodo ke gudang penyimpanan beras Bulog pada Rabu (21/7/2021).

“Saya memastikan bahwa stok nasional untuk beras cukup, Bulog menyampaikan bahwa stok yang ada mencapai 1,373 juta ton, artinya stok kita cukup,” ujar Jokowi.

Sebelumnya, Presiden Jokowi mengatakan bahqa pemerintah telah menambah anggaran sebesar Rp55,21 triliun untuk membantu masyarakat yang terdampak penerapan PPKM. Anggaran tersebut digunakan untuk program-program perlindungan sosial seperti Keluarga Harapan (PKH) atau PKH bagi 10 juta keluarga dengan estimasi total penerima manfaat adalah 40 juta orang selama 12 bulan.

Terdapat pula program Kartu Sembako yang ditujukan untuk 18,8 juta keluarga. Masing-masing keluarga mendapat Rp200 ribu per bulan selama 14 bulan.

Pemerintah juga kembali meluncurkan program bantuan beras Bulog, yaitu pemberian beras 10 kilogram bagi keluarga penerima manfaat PKH dan Bantuan Sosial Tunai (BST).

Sumber : https://ekonomi.bisnis.com/read/20210722/12/1420371/kementan-sebut-indonesia-potensi-surplus-beras-pada-akhir-tahun

Author: admin

Leave a Reply