Kementan: Ada Surplus Beras 4 Juta Ton

Kementan: Ada Surplus Beras 4 Juta Ton

  • Posted by: admin

Beras di gudang. Foto ilustrasi: IST

JAKARTA, investor.id -Dirjen Tanaman Pangan Kementerian Pertanian (Kementan) Suwandi mengatakan, sepanjang bulan Januari-September 2019, ada potensi surplus beras hingga 4,6 juta ton. Angka itu, kata dia, berdasarkan proyeksi perhitungan Badan Pusat Statistik (BPS) menggunakan metode kerangka sampel area (KSA). Dengan masih adanya pertanaman pada bulan September 2019, kata dia, angka final produksi padi tahun 2019 baru akan terbit pada akhir bulan Desember 2019.

“Potensi luas panen sampai dengan bulan September 2019 itu ada 8,99 juta hektare (ha). Dengan produksi mencapai 46,94 juta ton gabah kering giling (GKG), setara 26,91 juta ton beras. Ini berdasarkan perhitungan BPS dengan metode KSA, yang akan dirilis setiap bulan. Dengan perhitungan konsumsi beras nasional adalah 111,58 kilogram (kg) per kapita per tahun, maka total setahun ini diprediksi sebanyak 22,28 juta ton. Artinya, ada surplus sebesar 4,64 juta ton,” kata Suwandi usai jumpa pers tentang Mendorong Ekspor dan Mengendalikan Ekspor Tanaman Pangan di Jakarta, Senin (12/8).

Suwandi optimistis, produksi pangan, terutama beras hingga akhir tahun tidak akan terganggu. Meski, dengan adanya musim kemarau yang lebih kering dan diprediksi bakal berlangsung lebih lama.

“Laporan luas lahan terdampak, baik yang mengalami kekeringan maupun puso, sepanjang bulan Januari-Juni 2019 berkisar 31 ribu hektare. Tidak jauh berbeda dengan luas tahun lalu. Yang terkena terutama di Banten, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Bali, Nusa Tenggara Barat (NTB), dan Nusa Tenggara Timur (NTT). Kalau yang di wilayah utara garis khatulistiwa justru bisa menanam sekarang,” kata Suwandi.

Untuk mengantisipaai dampak bencana kekeringan, kata dia, Kementan telah mendistribusikan pompa untuk mengalirkan air ke lahan-lahan petani. Termasuk, membangun sumur-sumur dangkal.

“Kami fokus lakukan antisipasi dan mitigasi kekeringan. Lalu, kepada petani yang mengalami puso dan menjadi peserta asuransi usaha tani padi (AUTP), supaya segera mengajukan klaim. Kepada petani yang terkena puso tapi tidak ikut asuransi, kami langsung berikan bantuan benih dan pompanisasi,” kata Suwandi.

Selain itu, lanjut Suwandi, musim kering dapat dimanfaatkan untuk mendorong pertanaman padi gogo di sawah

“Mulai bulan Agustus 2019, kami mendorong kegiatan menanam padi gogo seluas 500 ribu hektare. Ini terobosan kami tahun ini karena sebelumnya belum pernah dilakukan. Jadi, lahan-lahan sawah yang baru panen dan tanahnya masih agak nyemek (becek, sedikit basah), supaya segera ditanami padi gogo. Langsung. Karena padi gogo tidak butuy terlalu banyak air. Potensinya luar biasa. Ada di sepanjang Pantura, Bekasi. Jadi, untuk wilayah Jawa yang terkena musim kering, bisa dikompensaai dengan pertanaman padi gogo ini,” kata Suwandi.

Hingga saat ini, kata dia, pertanaman padi gogo sudah dilakukan di lahan sekitar 62 ribu ha. Diantaranya, di Bekasi sekitar 19 ribu ha dan Sragen (Jawa Tengah) sekitar 6 ribu ha.

“Insyaallah ini akan mengkompensasi ketika saat ini terjadi kekeringan. Meski, sebenarnya data puso karena kekeringan tahun ini belum masih tidak jauh berbeda dengan tahun lalu,” kata Suwandi.

Sumber : https://investor.id/business/kementan-ada-surplus-beras-4-juta-ton

Author: admin

Leave a Reply