Kekeringan Diprediksi Landa DIY, Stok Beras Aman

Kekeringan Diprediksi Landa DIY, Stok Beras Aman

  • Posted by: admin

TRIBUNJOGJA.COM / Kurniatul Hidayah Kepala Dinas Pertanian DIY Arofah Noor Indriani

TRIBUNJOGJA.COM, YOGYA – BMKG memprediksi DIY kembali masuk ke dalam daftar daerah yang dilanda kekeringan pada 2020 ini.

Adapun puncak musim kemarau dirpediksi terjadi pada Agustus mendatang.

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Pertanian DIY Arofah Noor Indriani mengatakan, untuk sektor pertanian, hal ini sudah ditangkap oleh para petani yang sudah hafal dengan siklus kemarau serta dampak kekeringan yang melanda di beberapa daerah di DIY.

“Petani sudah cerdas, dengan melihat ini dia tanam sesuai kondisi. Saat ini tidak tanam padi, yang ditanam palawija,” ungkapnya saat dihubungi Tribun Jogja, Senin (27/7/2020).

Ia menjelaskan bahwa upaya Dinas Pertanian DIY yakni dengan melakukan irigasi perpompaan untuk tanaman perkebunan dan ternak, optimalisasi embung, serta rehabilitasi jaringan irigasi tersier yang bisa digunakan untuk lahan seluas 2.000 hektare lebih.

“Lahan yang terdampak kurang lebih 2.000 hektare tapi yang 2.000 tadah hujan yakni sawah yang mengandalkan hujan bukan mengandalkan irigasi. Dari sawah yang ini bisa dioptimalkan dengan irigasi perpompaan sekitar 50 persennya,” ucapnya.

Hal tersebut berlaku bagi sawah tadah hujan yang bisa menggunakan prinsip irigasi perpompaan.

Sementara untuk sawah yang airnya menipis dan tidak sampai tiga bulan, diminta untuk beralih menanam Palawija.

“Kalau ditanya stok beras, masih mencukupi untuk satu tahun ini. Jadi habis Desember masih surplus dua hingga tiga bulan ke depan. Kemudian sesuai perhitungan sudah masuk masa panen. Jadi aman,” bebernya.

Arofah menambahkan, meski tidak ada panen padi selama kemarau, namun panen dari komoditas pangan lain tetap berjalan.

“Ketika ini tidak masuk panen beras, tapi ada kedelai, kacang hijau, umbi-umbian kami panen,” ungkapnya.

Terpisah, Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji mengatakan BMKG menyatakan DIY menjadi salah satu yang diprediksi akan mengalami kekeringan.

“Ini bencana yang sudah kita alami tahun ke tahun. Persiapan menyiapkan air bersih. Saya minta masyarakat seperti biasanya sukarela membantu. Bahkan ini prediksi Bantul kekurangan air bersih. Gotong royong harus kita kuatkan,” ungkapnya.

Disinggung mengenai anggaran dropping air bersih, Aji menjamin bahwa tetap akan ada anggaran dari pemerintah meski ketika pandemi ini banyak pos anggaran yang dipangkas.

“Anggaran dropping masih aman. Bisa dari NTT. Masih ada. Lalu biasanya masyarakat juga sudah ramai-ramai membantu,” ucapnya.

Sumber : https://jogja.tribunnews.com/2020/07/27/kekeringan-diprediksi-landa-diy-stok-beras-aman?page=all

Author: admin

Leave a Reply