Harga Beras di Indramayu Stabil, tapi Pedagang Justru Khawatir, Begini Alasannya

Harga Beras di Indramayu Stabil, tapi Pedagang Justru Khawatir, Begini Alasannya

  • Posted by: admin

Seorang pedagang beras, Warto (23) di Kios Campur Jaya Pasar Baru Indramayu saat melayani pembeli, Minggu (18/8/2019)

TRIBUNJABAR, INDRAMAYU – Harga beras di Pasar Baru Indramayu masih terpantau stabil dan belum mengalami kenaikan harga.

Seorang pedagang beras, Warto (23) mengatakan, belum ada kenaikan bahkan sejak Hari Raya Idulfitri dan Hari Raya Iduladha 2019.

“Karena mungkin kan stoknya itu beras hasil panen sebelumnya jadi belum ada kenaikan,” ucap dia saat ditemui Tribuncirebon.com, Minggu (18/8/2019).

Disebutkan Warto, untuk harga beras kualitas bagus, yakni seharga Rp 10 ribu per kilogram dan untuk beras kualitas menengah, yakni Rp 9 ribu per kilogram.

Meski demikian, dirinya tidak menampik harga beras dalam waktu dekat bisa saja mengalami kenaikan, mengingat banyaknya lahan pertanian milik petani Indramayu yang mengalami gagal panen atau puso akibat musim kemarau panjang.

Diakui Warto, beras jualannya itu merupakan beras asli persawahan Bumi Wiralodra.

“Pasti kalau barangnya sulit akan naik. Tapi alhamdulillah sekarang belum,” ujar dia.

Menurutnya, beras merupakan komponten kebutuhan pangan utama masyarakat Indonesia.

Kebutuhan masyarakat terhadap beras berbeda dengan kebutuhan masyarakat terhadap komponen kebutuhan pokok lainnya, seperti sayur-mayur, dan lain-lain.

Sehingga, apabila mengalami kenaikan akan sangat berdampak pada terganggunya kebutuhan primer pangan masyarakat.

“Mudah-mudahan akan tetap stabil tidak ada kenaikan,” ucapnya.

Sementara itu, Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu mencatat luas areal pertanian yang mengalami gagal puso di Kabupaten Indramayu semakin meluas, sekarang ini sudah mencapai kurang lebih 7.500 hektare.

Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu, Takmid mengatakan, data tersebut merupakan data terakhir yang dicatat Dinas Pertanian Kabupaten Indramayu per 5 Agustus 2019.

“Sekitar 7.500 hektare lahan lainnya juga mengalami kekeringan, baik kekeringan berat, sedang maupun ringan,” ujar dia.

Adapun areal tanaman padi yang mengalami puso itu di antaranya tersebar di Kecamatan Kandanghaur, Losarang, Gabuswetan, Kroya dan Gantar.

Sumber : https://jabar.tribunnews.com/2019/08/18/harga-beras-di-indramayu-stabil-tapi-pedagang-justru-khawatir-begini-alasannya?page=all

Author: admin

Leave a Reply