Pemerintah Tunda Rencana Pangkas HET Beras

  • Posted by: admin

Jakarta – Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) berencana menurunkan Harga Eceran Tertinggi (HET) beras medium sebanyak Rp 500/kg.

Hal ini disampaikan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Darmin Nasution di Kantor Kementerian Koordinator Perekonomian, Jakarta, Rabu (30/5/2018).

Darmin mengatakan keputusan tersebut nantinya akan diatur melalui peraturan menteri perdagangan (Permendag).

“HET akan diturunkan. Iya (Permendag) sudah diputuskan di rapat Rp 500,” kata Darmin.

Sementara itu, pekan lalu Direktur Perdagangan Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Tjahja Widayanti menyampaikan saat ini pihaknya sedang melakukan pembahasan. Ia memperkirakan keputusan tersebut akan selesai pekan ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution menyampaikan pemerintah menunda rencana memangkas harga eceran tertinggi (HET) beras medium. Keputusan itu setelah dibicarakan dengan Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Ya ditunda dulu. Artinya kita lebih baik memfokuskan upaya kita mendorong harganya benar-benar sebesar HET-nya (HET saat ini Rp 9.450/kg),” kata Darmin ditemui di kantornya, Selasa (5/6/2018).

Menurut Darmin harga beras medium saat ini belum sepenuhnya menyesuaikan dengan HET. Harga beras medium masih dijual di atas Rp 9.450/kg, sehingga pemerintah memilih mendorong harga beras medium kembali ke HET.

“Kan walaupun HET-nya Rp 9.450, sebenarnya beras medium itu masih antara Rp 10.500 dengan Rp 11.500. Biar kita usahakan dia menjadi Rp 9.450 saja,” sebutnya.

Pemangkasan HET beras medium rencananya sebesar Rp 500 menjadi Rp 8.950/kg, namun setelah didiskusikan dengan presiden, rencana tersebut ditunda dulu.

“Kan itu juga tadi awalnya kita bahas dengan presiden dong. Ya semua kan berkembang sesuai dengan perkembangan situasi. Ya kita melihat itu lah (pemangkasan HET ditunda), yang paling realistis sekarang ini,” lanjutnya.

Rencana pemerintah memangkas HET beras medium sendiri dinyatakan Menteri Koordinator Perekonomian Darmin Nasution atas dasar keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar harga beras bisa lebih murah dari HET saat ini.

“Ini harga beras oke oke saja sebenarnya. Tapi bapak presiden memang tiba tiba ingin sekali supaya (harga beras) lebih murah dari HET. Pusing saya. Nah itu yang ingin di bawah HET,” kata Darmin di Hotel Bidakara, Jakarta Selatan, Selasa (5/6/2018).

Dirinya pun rapat dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman. Rapat tersebut menindaklanjuti rencana memangkas HET beras medium.

“Saya kelihatannya harus ke istana untuk pekerjaan lain bersama menteri perdagangan dan menteri pertanian,” ujarnya.

Sebelum mengambil keputusan tersebut, Menteri Perdagangan (Mendag) Enggartiasto Lukita akan membahas terlebih dulu dengan Perpadi (Persatuan Penggilingan Padi dan Pengusaha Beras Indonesia).

“Kita lihat perkembangan dalam beberapa hari, sementara ini (HET) tetap. Nanti kita bicara dengan Perpadi,” kata Enggar ditemui di Kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Selasa (5/6/2018).

Enggartiasto menjelaskan, pemerintah baru tahap evaluasi rencana kebijakan tersebut. Pemerintah perlu menimbang dampak dari pemangkasan HET beras medium ini.

“Kita baru evaluasi. Sementara ini kita lihat dari perkembangannya dulu. Apakah kita perlu ini, dan nampaknya kita biar tetap saja dulu (HET Rp 9.450/kg),” terang Enggartiasto

Dia melanjutkan, pemerintah memang ingin membuat harga beras lebih murah dari saat ini. Namun dinilainya kebijakan ini perlu diaplikasikan secara bertahap.

“Ya kita mencoba menarik ke bawah harganya, tapi dengan kita lihat perkembangannya, dari perkembangan yang ada itu baru bertahap. Nanti kalau sekarang diturunkannya terlalu jauh kemudian tidak applicable, itu kan masih ini. Makanya kita lihat perkembangan dalam beberapa hari,” tutur Enggartiasto.

Sumber: https://finance.detik.com/berita-ekonomi-bisnis/d-4055331/pemerintah-tunda-rencana-pangkas-het-beras

Author: admin

Leave a Reply