15.000 Ton Beras Impor Masuk Aceh

  • Posted by: admin

BASIRUN, Kepala Perum Bulog Aceh

* Stok Beras di Bulog Aman

BANDA ACEH – Sebanyak 15.000 ton beras impor dari Thailand masuk ke Aceh melalui Perum Bulog Pusat. Ini merupakan pasokan ketiga sepanjang tahun ini. Sebelumnya, Aceh juga menerima dua kali pasokan beras dari Sumatera Utara (Sumut) sebanyak 16.000 ton.

Dengan masuknya beras impor tersebut, total cadangan beras di gudang Perum Bulog Aceh sudah mencapai 41.280 ton, termasuk di dalamnya 10.280 ton beras lokal hasil serapan yang dilakukan Perum Bulog Aceh.

Kepala Perum Bulog Aceh, Basirun, menjelaskan pasokan beras impor tersebut dilakukan untuk memenuhi stok cadangan beras nasional untuk Aceh, mengingat serapan beras lokal masih sangat rendah.

“Stok cadangan beras nasional untuk Aceh dalam setahun ditargetkan minimal 40.000 ton. Sedangkan dari Februari hingga Oktober ini pengadaan beras lokal baru 10.280 ton atau sekitar 25,7 persen,” kata Basirun kepada Serambi seusai pembukaan Pasar Murah di depan Masjid Ulee Kareng, Banda Aceh, Selasa (2/10).

Ini merupakan pasokan yang ketiga. Basirun menyebutkan, sebelumnya Aceh juga sudah dua kali menerima pasokan beras dari hasil pengadaan Sumut masing-masing 10.000 ton dan 6.000 ton.

Terkait rendahnya serapan beras lokal, Basirun menjelaskan bahwa itu terjadi karena harga beras petani di pasar sudah berada di atas harga pembelian Bulog. Saat ini, harga pembelian Bulog ditetapkan Rp 8.300/kg, sementara harga di pasaran sudah mencapai di atas 9.000/kg. Demikian juga dengan gabah. Harga pembelian Bulog Rp 4.700/kg, sedangkan harga di pasar antara Rp 4.900-Rp 5.500/kg.

“Kilang-kilang padi membeli gabah petani di atas harga gabah penetapan Bulog, sudah pasti mereka tidak akan menjual berasnya kepada Bulog,” ujarnya.

Namun demikian, rendahnya serapan beras lokal itu tidak menjadi masalah bagi Bulog Aceh, sebab untuk pemenuhan stok cadangan beras masih bisa dipenuhi dari pasokan daerah lain atau dengan cara impor.

“Jadi jika stok beras di Aceh dinilai masih kurang, bisa ditambah dari pasokan beras impor,” imbuh Basirun.

Stok beras di Gudang Perum Bulog saat ini yang mencapai 40.000 ton lebih diperkirakannya masih cukup dan aman hingga akhir tahun ini. Apalagi mulai Oktober hingga Desember nanti sejumlah daerah di Aceh juga akan memasuki masa panen.

“Pada masa panen tersebut, Bulog Aceh tetap akan menampung beras dan gabah petani sesuai dengan harga yang telah ditetapkan,” demikian Basirun.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Aceh, Ir A Hanan MP menjelaskan, tingginya harga beras dan gabah saat ini akan menguntungkan bagi petani di Aceh, dan ini memang menjadi tujuan dari setiap program pertanian yang dibuat pemerintah.

Sementara itu, untuk menyangga agar harga jangan sampai jatuh dan dimainkan oleh tengkulak, pemerintah melalui Bulog kemudian menetapkan harga dasar pembelian beras dan gabah yang disesuaikan dengan kualitasnya.

“Jadi kalau harga gabah dan beras petani di pasar dibeli dengan harga yang tinggi atau di atas harga yang ditetapkan pemerintah, baguslah, dan petani merasa diuntungkan,” ujar Hanan kepada Serambi, Selasa (2/10), seusai Seminar dan Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian se-Indonesia di Hotel Hermes Palace, Kota Banda Aceh.

Menurut Hanan, salah satu faktor yang membuat harga beli beras dan gabah petani di pasar lebih tinggi dari harga pembelian Bulog adalah karena kualitasnya yang bagus. “Kalau tidak bagus, pedagang pengumpul mana mau membelinya di atas harga Bulog,” imbunya.

Karena itu, sangat wajar apabila program pengadaan beras dalam negeri yang dilakukan Bulog Aceh sampai sekarang belum mencapai target.

Tahun ini, pihaknya menargetkan produksi padi di Aceh bisa mencapai 2,5 ton hingga 2,7 juta ton. Untuk mencapai target itu, Pemerintah Aceh melaksanakan sejumlah, di antaranya revitalisasi waduk, bendungan, dan jaringan irigasi, sehingga bisa dua sampai tiga kali tanam dalam setahun.

Selanjutnya, menjalankan program tanam serentak, penyaluran bantuan bibit padi, pupuk gratis, serta penanganan pascapanen yang baik untuk menekan kehilangan gabah pada saat panen.

Sumber: http://aceh.tribunnews.com/2018/10/03/15000-ton-beras-impor-masuk-aceh

Author: admin

Leave a Reply